Akan ada eskalasi harga proyek konstruksi jika BBM jadi naik

Ada berita di Jawa Pos hari ini bahwa Menteri Pekerjaan Umum (PU) akan mulai me-mending proyek – proyek infrastruktur. Lha kenapa harus dipending ?! Menurut Menteri karena menunggu perhitungan kenaikan anggaran proyek – proyek konstruksi (eskalasi harga) dari nilai semula. Wah kok bisa begitu ? Ternyata karena harga – harga bahan bangunan diperkirakan akan terdongkrak naik mengikuti kenaikan harga BBM (sekarang-pun sudah mulai banyak yang curi-curi start menaikkan harga) yang KONON akan segera diberlakukan. Menurut Beliau dengan kenaikan harga BBM sebesar 30%, prediksi eskalasi proyek bisa mencapai 14%. Nilai ini lebih rendah daripada yang diajukan oleh wakil asosiasi kontraktor indonesia yang meminta kenaikan sampai dengan 35%. Kemudian Kepala BPKSDM DPU menyatakan di media yang sama, eskalasi ini sudah mulai dihitung, khususnya untuk proyek-proyek tahun jamak (multiyears).

Bagaimana persiapan yang perlu dilakukan di tataran pelaksanaan ? Saya rasa rada – rada kompleks nih permasalahan-nya. Paling tidak ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan disini :

  1. Proyek konstruksi sebenarnya sangat bagus untuk dapat menyerap tenaga kerja, apalagi kalau pemilik pekerjaan memaksa penyelesaian cepat. Dengan jangka waktu penyelesaian cepat maka kontraktor terpaksa menggunakan tenaga kerja lebih banyak, so ?!! jelas banyak tenaga buruh/tukang di jasa konstruksi (biasa-nya buruh tani yang tidak sedang masa panen di desanya sehingga cari kerja di daerah lain/ kota besar) akan dapat pekerjaan dan tidak harus bekerja di malaysia yang penuh kenistaan (he he he masih jengkel nih sama tetangga sebelah yang melecehkan bener tenaga kerja kita). Tapi bagimana kalau proyek – proyek besar harus ditunda !? apalagi harus dilanjutkan di tahun berikutnya ! mau gimana lagi kalau ini sudah menjadi kebijakan pemerintah pusat ?! padahal sekarang nyari kerja suliiit buanget !? sayang banget ya ?!!
  2. Trus, bagaimana para penanggung jawab proyek yang sudah melaksanakan proyek-proyeknya tapi belum selesai saat harga – harga bahan bangunan nantinya pada naik semuanya ? kalau untuk paket – paket pekerjaan yang belum dilelang harus bagaimana ? Insya Allah jawabnya adalah ”eskalasi harga ini hanya untuk pekerjaan yang sudah berjalan (karena kontraktor terlanjur menawar dengan harga sekarang/ masa lalu dan harga ternyata nantinya harus berubah karena BBM naik)”. Jika ndak ada perhitungan ulang yang biasanya harga total proyek menjadi naik maka kontraktor akan rugi. Mengenai rumusan menghitung eskalasi harga ada di Keppres 80/2003 (di-istilahkan sebagai penyesuaian harga satuan/Price Adjestment).
  3. Kalau untuk pekerjaan yang belum dilelang ? Nah kalau yang seperti ini ya OE-nya saja untuk disesuaikan dengan harga terakhir. Misalkan setelah perhitungan ulang, nilai proyek lebih tinggi daripada pagu anggaran yang ada dan ndak ada policy untuk boleh nambah anggaran, maka tidak ada jalan lagi selain me-redesign proyek tersebut agar cukup duitnya. Syaratnya re-design tersebut tidak boleh merubah kuantitas output dan fungsi dari design awal (ini pendapat saya, boleh ada yang ndak sepakat kok).
  4. Mengapa saya merasa perlu nulis hal ini ? karena ditengarai banyak proyek-proyek yang masih belum dilelang karena menunggu DED selesai. Jadi kalau mungkin, sebisanya DED yang sekarang sedang dibuat harus sudah memperhitungkan kenaikan harga BBM. Berapa kenaikan rata – rata komponen bahan bangunan konstruksi ? apa kira – kira 14% seperti kata menteri PU ? saya rasa kok harus konfirmasi dulu dengan kantor BPS daerah setempat karena karakteristik kenaikan harga disetiap daerah beda – beda.

Saya rasa begitulah hal – hal yang perlu diantisipasi bareng-bareng oleh teman-teman yang bergerak di jasa konstruksi (ya pimpro/PPK, Panitia Pengadaan maupun para kontraktor) atas rencana kenaikan harga BBM yang kabarnya ndak akan lama akan diberlakukan.

Salam

About these ads

4 thoughts on “Akan ada eskalasi harga proyek konstruksi jika BBM jadi naik

  1. mudah2an uang APBDnya cukup untuk eskalasi…. saya setuju honor pegawai dan bill rates konsultan juga di eskalasi ha ha ha…

  2. Itulah masalahnya. Dengan perkiraan kenaikan harga bahan konstruksi sebesar itu maka dana yang dibutuhkan untuk menambah itu tidak kecil. Jangan – jangan beberapa target APBD harus direvisi nih saat PAK !? Mudah-mudahan untuk Pemkot Surabaya ndak sampai ada pengurangan target … (berarti pendapatan harus digenjot rek !!!)

    • Wahai Holanhata Dumber yang baik,
      mohon beribu maaf baru balas, tentang eskalasi bisa dipelajari di perpres 54/2010 ya !

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s