jump to navigation

Konsekuensi Sifat Takabur Mei 30, 2009

Posted by aisonhaji in Manajemen diri.
Tags:
add a comment

Beberapa hari terakhir saya membaca tulisan di Republika yang sangat bagus yaitu tentang Konsekuensi Sifat Takabur yang ditulis oleh Afthonul Afif. Saya rasa perlu saya posting di blog ini karena sangat penting bagi saya dan sahabat serta kolega kerja di sektor publik maupun privat agar selalu ingat bahwa kalau kita pintar, sukses, berkuasa dan lain lain hal seputar hal tersebut kita selalu ingat bahwa itu karena Allah. Tulisan tersebut adalah sebagai berikut>

Takabur adalah sifat atau perbuatan buruk yang paling dibenci Allah SWT selain perbuatan menyekutukan-Nya. Ada kesamaan diantara kedua-nya yaitu menganggap ada kekuatan di luar-Nya yang dapat dijadikan sebagai sumber kekuatan dan kebanggaan.

Secara definitif, takabur adalah i’jabul mar’i binafsihi ujub, sifat terpesona dan membanggakan diri sendiri sendiri secara berlebihan. Dalam ilmu pshikologi, sifat ini disebut narsisme atau sifat menempatkan ego sebagai satu – satunya parameter untuk menilai segala bentuk kebenaran.

Jika manusia tertawan sifat ini, akan menjadi pihak yang “merasa paling” dalam segala hal seperti paling hebat, paling sempurna, paling kaya, paling berkuasa, dan sebagainya. Sifat ini sumber malapetaka bagi manusia karena dapat menjerumuskan ke api neraka.

Rasullullah SAW bersabda, “Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada sebesar biji sawi (atom) dari kesombongan (HR Muslim). Allah mengutuk siapa saja yang memelihara sifat ini, karena takabur penanda bagi pembangkangan iblis terhadap kebesaran kekuasaan-Nya. Sesaat setelah Allah SWT menciptakan Adam, Dia memerintahkan Iblis untuk bersujud dihadapan Adam. Namun Iblis menolaknya dengan congkak sambil berkata “Aku lebih baik daripada dia (adam) karena aku Kau Ciptakan dari api, sedangkan dia Kau ciptakan dari tanah (QS Shaad [38]:76).

Jika ada orang yang dengan congkak membanggakan dirinya, menganggap dirinya ukuran untuk segala hal, dan merasa berdaulat sepenuhnya atas hidupnya tanpa membutuhkan kehadiran dan bantuan orang lain, dia sebenarnya telah memutuskan untuk bersekutu dengan iblis.

Di akhirat kelak, orang dengan mental takabur seperti inijuga akan menjadi teman bagi Fir’aun, Qarun, Namrud, dan manusia – manusia terkutuk lain-nya karena kecongkakannya. Sungguh nyata dampak buruk dari sifat takabur. Bukan hanya api neraka yang akan menunggu, tapi dalam kehidupan sosial sehari – hari pun, sifat ini tentu akan melahirkan konsekuensi buruk. Misalkan membuat orang lupa diri, serakah, egois, dan akan dimusuhi orang – orang disekitarnya. Tentu saja ini hanya sedikit dampak buruk dari sifat takabur.

Untuk itu kiranya perlu kita teguhkan kembali pesan Ali bin Abu Thalib agar terhindar dari sikap takabur. “Jika kau berjumpa dengan orang yang lebih muda, berpikirlah pasti dosanya lebih sedikit. Dan jika kau berjumpa dengan orang yang lebih tua, berpikirlah pasti amalnya lebih banyak dari amalmu”.

Itulah tulisan asli dari Sdr. Afthonul Afif yang saya kutip dari harian republika tanpa dikurangi atau ditambahi, dan saya sangat terkesan dengan Beliau karena telah memberikan inspirasi kuat buat saya agar dengan kuat berusaha menjauhi sifat takabur. Mudah – mudahan sahabat dan kolega serta saudara – saudara saya yang sempat membaca ulang tulisan ini akan kembali mengingat pilihan jalan yang paling lurus buat kita, amin.

Salam.

Malam ini hit mencapai 5000 Oktober 19, 2008

Posted by aisonhaji in Manajemen diri.
Tags:
10 comments

Ternyata blog yang saya isi iseng dikala waktu agak senggang kok ya ada juga yang berminat mampir dan ajak diskusi.

Malam ini setelah seharian jalan – jalan sama anak – anakdan mau istirahat, trus inget mau lihat barangkali ada comment yang perlu dijawab, daaan eh ternyata di statistik jam 19.35 terlihat kunjungan kok sudah mencapai 5000 tepat. Yaah saya merasa ada kepuasan karena apa yang diposting di blog ini rupanya ada manfaat buat beberapa orang. Saya kira meskipun informasi di blog ini tidak sebagai manfaat kunci bagi para peselancar dunia maya, tapi Paling tidak di agama disampaikan bahwa sangat afdol bagi kita untuk menyampaikan sesuatu yang bermanfaat (nasehat atau apapun bentuk – bentuk informasi) walaupun satu ayat (cuma sedikit).

Ya tentunya saya akan menerima saran kritik buat semakin bermanfaatnya isi blog ini buat sesama yang membutuhkan. Akhirnya, selamat istirahat dan selalulah membuka blog ini dan memberikan masukan buat saya, terima kasih.

Salam.

Nilai – nilai yang terkandung dalam ICT September 18, 2008

Posted by aisonhaji in Manajemen diri, eGov.
Tags:
4 comments

Sahur hari ini istri saya cerita bahwa kemarin dengar siaran radio tentang ICT (Information & Communication Technology) yang diulas oleh Pak Nuh (DR, Ir. Muh Nuh, DEA, menkominfo) dengan cukup asyik karena dilihat dari sisi syariah. Kali ini saya ingin berbagi cerita yang diperoleh dari istri, tentunya ada sedikit “losses of information” dan saya tambahi dikit – dikit he he he.

Menurut Pak Nuh dalam era informasi ini, pemanfaat ICT memang sudah merasuk ke semua detail aktifitas hidup kita mulai bangun tidur di pagi hari sampai akan tidur lagi di malam hari. Penggunaan hand phone, komputer, Ipod, mesin fax, internet dengan google-nya, berbagai aplikasi software pembantu kerja dan lain – lain yang tidak bisa dihitung satu persatu menjadi bukti atas life style kita yang bernuansa teknologi informasi.

Nah, pesan yang disampaikan Beliau adalah agar kita ini tidak asal menggunakan perangkat dan media ICT ini tanpa memahami nilai – nilai (value) yang terkandung di dalamnya. Kalau nilai tersebut tidak kita pahami dengan baik, maka kita tidak bisa memanfaatkannya untuk pengembangan lebih lanjut (jadi konsumen saja tanpa faedah yang maksimal). Kalau kita hanya tahu bahwa hp hanya bisa untuk nelpon dan sms, maka kita mungkin tidak berpikir bahwa dengan hp sebenarnya kita bisa berdakwah. Ha ?! iya ya ?!.

Ternyata sebagian dari kita ada yang sudah paham betul nilai – nilai tersebut, contohnya ?! tuh ada orang yang memberikan layanan seperti : ketik reg dst dst dst meskipun kemudian konten-nya bisa belok tergantung visi dan misi masing –masing orang (karena saya ingat ada yang berikan layanan ramalan kayak dukun he he he).

Okey, satu hal lagi bahwa nilai – nilai tersebut ternyata bisa lho di-kait-kan dengan syariah (agama), terserah kita mau menyelami apa tidak.

Menurut Beliau Nilai yang terkandung di ICT antara lain :

SPEED. Di dalam dunia ICT, kecepatan informasi menjadi ciri yang tidak pernah ada pada era sebelumnya. Semua hal berubah menjadi serba cepat dan dari sisi kecepatan inilah kemudian orang/ lembaga/ bangsa bisa berkompetisi mewujudkan visi dan misinya secara lebih ”adil”. Lebih adil ? Ya memang lebih adil. Dulu yang mendominasi kompetisi dalam hal apapun selalu pihak yang lebih kuat atau lebih kaya. Sekarang ini siapapun dia, asalkan bisa menguasai informasi lebih cepat dan akhirnya bisa mengolah data tersebut lebih cepat dari pihak lain (dan biasanya lebih akurat), maka kata orang “dunia ada dalam genggaman”. Nah, kalau kemudian banyak orang mulai bekerja dengan kecepatan tinggi, trus kita tetap alon – alon waton kelakon (=lelet – lelet saja dan lemot/ lemah otak) maka kita akan tertinggal dilandasan saat orang lain sudah terbang semua. Tul ndak ? ;

NETWORK; Di era informasi ini, yang namanya jaringan kerja dengan skala yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya bisa dibangun oleh manusia. Coba kita renungkan cara kerja 7000-an fisikawan dunia yang tempo hari melakukan kerja akhirnya setelah selama bertahun – tahun bekerja keras membuktikan “teori bigbang” saat awal terbentuknya alam semesta. Lha itu fisikawan asalnya dari ratusan negara dan bekerja bareng – bareng. Sarana ICT yang super canggih pasti menjadi tulang punggung cara bekerja mereka. Nah, apa bisa begitu kalau jaman dulu ? Ndak mungkin kan ?! he he he rupanya Tuhan memberikan lagi ilmunya kepada manusia untuk membuktikan bahwa firman-Nya tentang pembentukan alam semesta ini adalah benar, cuman apa kita mau berpikir untuk itu ? Masalahnya, kalau semua orang sudah bekerja dengan prinsip network, trus kita tetap arogan (sombong) dan berpendapat semua hal bisa dikerjakan sendiri, apa yang terjadi ? ya kita akan ketinggalan kereta dan tidak bisa membangun sesuatu yang besar untuk umat manusia;

EFISIEN. Di era ICT ini, efisiensi menjadi sesuatu yang dijadikan tujuan utama. Kalau dulu orang harus bertemu dalam rapat untuk memutuskan suatu hal atau mrancang strategi sehingga banyak ongkos, maka sekarang semua bisa serba efisien dengan sms, teleconference dan bentuk – bentuk lain penyebaran informasi by electronic yang relatif lebih murah. Disamping itu, jika semua proses produksi atau distribusi bisa di-fasilitasi ICT secara otomatis, maka biaya – biaya tidak semestinya yang harus keluar karena ada orang yang menyalahgunakan kewenangan juga akan terkikis. Saya dapat cerita dari teman bahwa ongkos pengiriman barang dari makasar ke menado yang jaraknya 1/3 dari eropa ke warsawa ternyata besarnya malah 3 kali lipat. Nah tuh ! saya ndak mau komentar lebih dalam aah, ntar ada yang tersinggung he he he.

Oh ya, sampai lupa mengkaitkan antara nilai tadi dengan syariah. Ternyata speed akhirnya dapat dikaitkan dengan mewujudkan keadilan, trus kalau network dikaitkan dengan silaturahmi dan efisien dikaitkan dengan tidak mubadzir. Nah lho ! ternyata banyakbanget ya positif-nya ICT kalau kita mau ! Okey, sementara itu dulu, sampai ketemu lagi.

Salam.

Apa bangsa ini sudah merdeka ? Agustus 17, 2008

Posted by aisonhaji in Manajemen diri.
Tags: ,
3 comments

Sudah 63 tahun republik ini diproklamirkan kemerdekaan-nya oleh founding father Ir. Soekarno dan Drs. Muh Hatta. Apa yang sudah kita capai sekarang ? kemiskinan masih ada di mana – mana. Merdekakah saudara – saudara kita yang kebetulan tidak mempunyai akses untuk mendapatkan pekerjaan atau memang pekerjaan tidak tersedia dengan cukup di lapangan sehingga mereka menjadi miskin ? Mungkin mereka tidak lagi dijajah dalam arti sesungguhnya tapi mereka tidak juga segera beruntung untuk bisa mensejahterakan diri dan keluarganya. Jumlah saudara kita yang belum beruntung ini sangat banyak. Padahal mensejahterakan bangsa adalah merupakan salah satu dari cita – cita kemerdekaan kita.

Malu juga sebenarnya kita yang ada di dalam pemerintahan tidak bisa berbuat banyak. Yang sangat menakutkan adalah nanti saat kita mati trus oleh Tuhan diminta pertanggungjawaban mengapa kok diam saja tidak mengambil langkah padahal mestinya kita secara sendiri maupun bersama – sama bisa berbuat lebih …

Tapi apa daya, apalah artinya kita secara pribadi dalam mesin pemerintahan yang sangat besar, gemuk dan tidak efisien ini. Sebagai skrup kecil saja mungkin tidak pantas. Trus bagaimana ya ?! kuatir betul hati ini jika suatu ketika keadaan tidak bertambah baik dan anak – anak dirumah bertanya mengapa bapaknya yang dalam pandangannya adalah termasuk bagian dari ”PEMERINTAH” kok tidak mengambil langkah – langkah mengatasi keadaan.

Setelah saya pikir – pikir sepertinya salah satu dari syariat agama yang mengatakan bahwa ”sampaikanlah walau hanya satu ayat” bisa meng-inspirasi apa yang seharusnya kita perbuat. Rasanya kita harus tetap berbuat meski kecil dilingkungan kita di rumah, antar tetangga di tempat tinggal kita dan khususnya di tempat kerja kita. Apa – apa yang sifatnya adalah membangun, memperbaiki dan merawat harus kita lakukan. Membangun maksudnya ya membangun manusia dan sistem bekerja-nya, misalkan anak – anak kita yang belum pintar membaca dan mengaji ya kita ajari, jika staf di kantor masih belum bisa menjalankan tugas – tugas keseharian dengan baik ya kita pintarkan mereka, jika di kantor belum ada sistem kerja yang baik, transparan dan adil ya kita buat sistem dan prosedur untuk mewujudkan good governance. Memperbaiki maksudnya ya membuat sesuatu menjadi lebih baik dari sisi manusia maupun sistem operasional yang melingkupi hardware dan software (aplikasi maupun regulasi).

Nah yang juga tidak kalah sulit adalah merawat dalam arti sebenarnya. Kita sering membeli sesuatu atau membangun sesuatu tapi tidak serius untuk merawatnya. Cukup mencengangkan juga berita di beberapa harian yang menjelaskan bahwa hampir sepuluh tahun ini jaringan irigasi di tanah air tidak pernah dirawat sama sekali karena pemerintah dan para politikus sibuk dengan hal lain. Akhirnya ??? kita bahkan tidak bisa memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri dan harus diombang – ambingkan harga pangan dari luar negeri (masak harga tempe jadi mahal gara – gara kedelai ndak ada dipasaran ?!), sangat tidak masuk akal sehat anak SD sekalipun.

Yaah itu curhat saja sih, sekaligus sebagai pengingat saja bahwa kita mempunyai tanggung jawab besar kepada bangsa ini. Negeri ini bukanlah warisan nenek moyang kita tapi titipan anak cucu kita.

Salam.

Memaknai hari jadi kota Surabaya ke 715 tahun Mei 31, 2008

Posted by aisonhaji in Manajemen diri.
Tags:
add a comment

Tepat hari sabtu tanggal 31 Mei 2008 ini Kota Surabaya berulang tahun ke 715. Apa yang dicapai oleh kota yang ber-umur sebegitu tua-nya. Apakah masyarakat-nya sudah makmur ? apakah kota ini sudah nyaman untuk ditinggali (ya ndak banjir, ndak macet, pergi kemana – mana merasa aman dan nyaman karena tingkat kejahatan sangat rendah, anak – anak bisa sekolah dengan mudah dan terjangkau atau ukuran – ukuran lain yang sering dipakai) ?

Kalau harus memenuhi semua-nya itu seperti-nya kok belum ya ??!. Tapi relatif dibanding kota lain gimana ? saya rasa ini lebih fair untuk diperbandingkan !, soalnya kalau ngomong ke-ideal-an seperti tadi kayaknya dimana-pun di negeri ini, kelihatannya hampir ndak ada yang bisa komplit seperti itu. Bukan bermaksud menghibur diri, tapi paling ndak kita harus bisa men-syukuri keadaan kota tercinta ini. Cobalah kita melihat keadaan kota ini dari sudut pandang lain seperti :

  1. Alhamdulillah, surabaya tidak pernah kena bencana alam (padahal tempat lain banyak tertimpa banjir bandang, tsunami, gunung meletus, gempa bumi dan lain – lain cobaan);
  2. Surabaya relatif lebih stabil dan minim gejolak – gejolak sosial di masyarakat. Ditempat lain ada bentrokan antar elemen masyarakat dengan aparat keamanan, eh di Surabaya semua pihak rukun dan saling support atasi keadaan yang memang sedang sulit-sulitnya ini;
  3. Lingkungan sekitar sangat hijau dan bersih;
  4. Partisipasi masyarakat sangat menonjol dalam membangun lingkungan tempat tinggalnya;

Dan apalagi ya ??! Saya rasa banyak hal positif dari keadaan kota ini yang bisa kita tanamkan di pikiran kita bahwa itu rahmat Allah.

Saya rasa memang begitu filosofi yang harus kita pegang. Intinya kita harus senantiasa bersyukur atas rahmat dan nikmat-Nya, sehingga Allah akan menambah nikmat dan rezeki yang selama ini kita peroleh (termasuk kesehatan). Selanjutnya kita bisa memaksimalkan sumber daya kita bersama seluruh elemen masyarakat untuk membenahi keadaan yang belum ideal menurut disiplin ilmu, kompetensi dan tugas-nya masing – masing. Goalnya ? Kota ini akan semakin nyaman untuk ditinggali dan semakin kondusif untuk aktfitas hidup kita sehari – hari.

Ntar kita sambung lagi ya, nguantuk nih …. trims

Salam.

Sumbang Ide untuk atasi BBM naik Mei 29, 2008

Posted by aisonhaji in Manajemen Pemerintahan, Manajemen diri, eGov.
Tags: , , ,
add a comment

BBM sudah terbukti diputuskan naik harganya (sebelumnya kan masih wacana tapi sudah bikin resah semua orang). Mau berangkat sekolah sekarang bayar bemo jadi naik. Naik motor takut serempetan di jalan karena jumlah kendaraan di jalan saat ini sudah dalam jumlah yang tak terbayangkan beberapa saat lalu (soalnya kredit motor uamaaat suangaaat mudah). Mau naik mobil kok biaya bensin setiap bulan sudah tidak masuk akal (hampir 40% dari gaji dari para orang tua yang memilih naik angkutan umum maupun mobil pribadi tersedot lho untuk urusan mobilitas anggota keluarganya, kecuali para pengusaha yang tidak mengandalkan gaji, maka masalah biaya ini bisa dibebankan ke harga barang/jasa yang dia produk he he he). Tapi kalau untuk pegawai (PNS maupun pegawai swasta) bergaji tetap ? Aduuuuh biyuuung ! kok anteb tenan urip jaman saiki hik hik hik.

Tapi …, kita ndak boleh sedih berkepanjangan dan harus kita cari pemecahan masalah-nya. Sepertinya beberapa hal ini bisa menjadi pilihan terbaik dari kondisi – konsidi jelek yang ada (meskipun ada plus minusnya):

  1. Kita sekolahkan saja anak kita di sekolah yang letaknya paling dekat rumah. Kalau sekolah-nya konon tidak termasuk sekolah favorit ya kita curahkan sebagian waktu kita untuk support belajar anak – anak dirumah. Lha wong yang penting itu bagaimana mendidik anak jadi anak yang sholeh kok. Kalau anak bisa sholeh, bertanggung jawab dan mandiri maka prestasi akademik bisa terkejar dengan sendirinya.
  2. Usahakan istri belahan jiwa kita yang beraktifitas di rumah tetap produktif. Kita ciptakan suatu pekerjaan yang berbasis di rumah tapi menghasilkan uang, misalkan buka usaha catering, melayani pembuatan design seperti design rumah atau design baju, menulis buku atau artikel untuk dikirim ke majalah/ koran dan berbagai aktifitas lain.
  3. Pola kerja kita dikantor coba kita upayakan bisa berbasis on line. Sehingga meskipun tidak harus lembur tapi penyelesaian keluaran pekerjaan bisa diteruskan di rumah (tapi mungkin beberapa orang ndak suka ide ini, alasan-nya trus kapan waktu dan perhatian untuk yang dirumah ? he he he). Keuntungan lain adalah jika layanan di kantor pemerintah ini sudah berbasis on line maka masyarakat luas pengguna jasa ndak perlu juga harus datang ke kantor kita. Jika begini masalah BBM naik ndak begitu merisaukan tho ?!

Nah dari 3 ide sederhana ini saja, jika semua keluarga berpikir sama maka akan ada efek – efek positif secara agegrat diantaranya :

  1. Kemacetan akan berkurang sehingga polusi udara akan berkurang juga.
  2. Urusan masyarakat untuk keperluan-nya di kantor – kantor pemerintah jadi mudah, cepat dan murah.
  3. Urusan bisnis di sektor swasta jadi lebih cepat dan murah lho. Ndak perlu tuh nggaji pengirim surat untuk urusan administrasi, cukup lewat email atau EDP (electronic data processing) yang disepakati dipakai perusahaan dan para kolega bisnis. Akhirnya keuntungan usaha jadi meningkat. Asyik kan ?!

Opo maneh yo ? Wis pokok-nya dengan digital solution dan mem-block aktifitas anggota keluarga agar tetap dekat – dekat rumah sepertinya bisa memecahkan masalah – masalah tadi (meskipun bagi beberapa keluarga bisa signifikan dan beberapa keluarga yang lain ndak ada dampak sama sekali). Silahkan di pikir – pikir dululah barangkali cocok, ini kan cuma sumbang ide.

Salam.

Yuk ngajak UNIT LAYANAN PENGADAAN (ULP) ngebut nyelesaikan lelang Mei 26, 2008

Posted by aisonhaji in Manajemen Pemerintahan, Manajemen Pengadaan, Manajemen diri.
Tags:
2 comments

Memang ada dua pilihan bagi kita di birokrasi saat bersama dengan DPRD harus menentukan perkiraan paket pekerjaan apa saja yang nantinya akan menjadi salah satu instrumen penggerak ekonomi di daerah (meskipun nantinya yang memaketkan pekerjaan adalah PPKm di SKPD). Apa tuh ? :

  1. Paket pekerjaan dibuat sedikit saja tapi besar – besar. Pilihan ini memudahkan bagi ULP untuk menyelesaikan tugasnya melelang paket pekerjaan dari segeap SKPD; atau
  2. Paket pekerjaan dibuat agak kecil – kecil agar para penyedia barang/jasa banyak yang bisa berpartisipasi, sekaligus memperluas distribusi uang dari APBD sebagi bangkitan ekonomi dari pihak – pihak yang berhubungan dengan si Penyedia Barang/ Jasa tersebut.

Nah, dari kedua pilihan tersebut sepertinya yang enak ya pilihan pertama, tapi jika ingat masyarakat yang sekarang sedang kesulitan ekonomi, dan ingat jika paket-nya banyak maka akan banyak yang menikmati kue pembangunan dari sisi proses pembangunan itu sendiri, maka pilihan kedua sepertinya lebih pas. Tapiii ?! wuih di Surabaya ada ribuan paket pekerjaan dari sekitar 40-an SKPD. Jadi bisa puyeng dan pusing tujuh keliling me-manage-nya.

Saya punya pendapat buat teman-teman ULP yang barusan training “team building” agar kinerja bisa lebih okey dan kecepatan penyelesaian evaluasi lelang bisa lebih tinggi lagi, yaitu sebagai berikut :

  1. Cek banyaknya paket proyek yang seharusnya dilelang oleh setiap SKPD. Data itu bisa dilihat di situs eProject kan ? setahu saya ada sekitar 2000-an lebih.
  2. Sejumlah paket proyek yang harus dilelang tersebut untuk dibagi dengan sisa waktu paling akhir bulan september. Kenapa september ? agar paket pekerjaan yang selesai dilelang sempat terselesaikan fisiknya di akhir desember 2008.
  3. Jika mendapatkan DED dari SKPD dengan harga yang terlalu rendah dibanding dengan harga pasar, maka jangan langsung dikembalikan tapi cek dulu dan bandingkan dengan pagu anggaran yang ada di eProject. Jika masih nututi maka minta persetujuan dari PPKm diketahui Ka. SKPD-nya mengenai harga OE-nya yang mungkin lebih besar dari RAB (DED) dan langsung diumumkan lelang.
  4. Waktu penyelesaian lelang mulai pengumuman sampai dengan siap di-click oleh PPKm sebagai calon pemenang lelang jangan lebih dari 3 minggu. Lebih cepat lebih baik. Jika tenaga tidak nututi maka tambahlah anggota GTP, dan buatlah tela’ah staf ke Walikota untuk formasi baru yang lebih banyak (kan gedung ULP sudah hampir jadi). Jika perlu tambahlah outsourcing meskipun yang bersangkutan tidak berhak untuk meng-evaluasi.
  5. Lemburlah dalam bekerja. Masyarakat menunggu hasil pekerjaan sampeyan semua lho !!!
  6. Libatkan tenaga ahli dari praktisi dan perguruan tinggi kalau menemui kesulitan dalam evaluasi. Dengan begini diharapkan pertimbangan keputusan evaluasi lebih tepat dan sesuai dengan ketentuan.
  7. Aktiflah meminta SKPD yang tanggungan paket lelangnya banyak untuk segera menyetor paket-paket tersebut guna segera dilelang. Datanya ada kan di eProject ?

Okey ! sementara itu dulu sapaan-ku ke ULP dan ayo ULP kebanggaan-ku, larilah lebih cepat dan tunjukkan prestasimu.

Salam.

Yuk bangkitkan semangat perbaikan mulai dari hal kecil, ini 100 tahun Kebangkitan Nasional Lho ! Mei 20, 2008

Posted by aisonhaji in Manajemen Pemerintahan, Manajemen diri.
Tags:
10 comments

Di tanggal 20 Mei, 100 tahun lalu bangsa kita diwakili kaum muda remaja mencanangkan kebangkitan secara nasional. Di tanggal 20 Mei tahun ini apa yang kita canangkan ? kita tidur – tiduran saja ? apa kita sepakat berkomitmen untuk bangkit ? bangkit dari apa ? bagaimana caranya ? Nah tuh masalah bangkit saja kita perlu berdiskusi dulu lhoh ! soalnya kita (bangsa ini nih maksudnya) selama bertahun – tahun terlarut dalam ketidaksamaan visi dan cita – cita. Akhirnya di-ibaratkan masing – masing komponen bangsa ini adalah suatu aksi berbagai gaya, maka resultan-nya tidak mengarah ke suatu titik dan nilainya kecil karena masing – masing gaya saling meniadakan (ini pendapat lho, ndak setuju juga ndak apa – apa kok).

Nah, di tanggal 20 Mei ini, setelah 100 tahun lalu pendahulu kita sudah mengawali bagaimana bangsa kita bisa bangkit menentang penjajahan, saya ingin menyampaikan pendapat saya mengenai prespektif kebangkitan nasional dari dan untuk komunitas PNS kecil seperti saya dan teman-teman outsourcing yang selama ini bergabung membantu tugas – tugas pemerintahan yang sebenarnya berat, sebagai kontribusi kecil untuk bangkitnya bangsa sekarang ini sebagai berikut :

  1. Marilah kita mulai dari diri sendiri sebagai PNS untuk mencurahkan waktu dan pikiran kita untuk bekerja dengan benar. Kita gunakan kewenangan kecil dan tugas – tugas kita benar – benar untuk melayani masyarakat. Pokoknya jangan KKN deh, kasihan masyarakat. Nanti jika keluarga, tetangga dan kerabat kita menerima layanan publik yang buruk, lambat, mahal karena kita dan teman – teman di kantor yang “mbeling” maka kita juga akan turut repot.
  2. Mari kita berpola hidup hemat dan jangan menonjolkan kemewahan. Kemewahan pada acara – acara seremonial pribadi akan sangat menyakitkan jika dilihat sesama saudara kita yang sekarang ini  dalam kondisi kesusahan. Kalau di rumah sudah bisa hemat dan tidak melebih – lebihkan, maka kebiasaan itu akan mendorong kita di saat kantor untuk mengelola kegiatan dengan hemat pula. Saya sarankan jangan-lah nonton dan mengijinkan anak – anak/ istri kita nonton sinetron – sinetron yang sekarang ini banyak menonjolkan pola hidup mewah, kuatirnya pelan – pelan ndak terasa kita bisa menirunya.
  3. Marilah kita tingkatkan kemampuan dan skill/ kompetensi kita. Bertahun – tahun sudah birokrasi ini  dibodohi oleh korporasi dan muaranya tidak untuk kepentingan masyarakat banyak, tapi untuk menumpuk modal pemegang saham korporasi. Hal ini sudah diakui lho oleh JOHN PERKINS, seorang pelaku dari korporasi global yang ikut menghancurkan perekomian negeri ini sejak awal tahun 1970-an, dan menurutnya memang dia banyak ber-KKN dengan orang – orang pemerintahan dalam melakukan aksinya, nah tuh !!! Beli saja bukunya ada kok di store book. Bahkan Pak KWIK juga menulis secara lugas praktik – praktik jelek tersebut di harian Kompas dan dibukukan di buku Beliau, judulnya ”Pikiran yang terkorupsi”. Bagus lho untuk menambah wawasan, yaah biar kita tidak ikut terjerumus … (kita kan juga manusiaaa, kadang bisa salah dan melakukan dosa).
  4. Oh ya masalah skill/kompetensi, saya berpendapat bahwa dari situlah justru kita akan dapat tambahan penghasilan tanpa harus repot – repot ber-KKN.
  5. Selanjutnya, marilah kita perbaiki sistem administrasi atas pekerjaan kita di kantor. Sistem Penyusunan dan Pengelolaan Anggaran, Sistem Pengadaan Barang/Jasa, Sistem Pencatatan Aset, Sistem Perijinan dan lain – lain sistem layanan publik yang menjadi tanggung jawab dan tugas kita agar pekerjaan kita lebih cepat, benar, efektif dan efisien. Kalau proses produksi layanan publik bisa cepat dan murah, maka akan mendorong efisiensi di sektor privat, sehingga masyarakat secara keseluruhan akan mendapatkan kemudahan memenuhi kebutuhannya.

Saya rasa saya ndak akan ngomong banyak – banyak-lah, karena kuatir dinilai menggurui. Prinsipnya, saya berpendapat jika tidak mulai dari yang kecil – kecil dan ndak di-mulai hari ini maka negeri ini akan turun terus martabatnya. Bangsa ini akan ludes digilas jaman serta dimakan oleh negara lain/ korporasi global. Ingat lho, Malaysia yang kita anggap saudara/ sedulur saja bisa tega kayak gitu kok ngerjain kita. Konon karena kita memang dipandang kurang bermartabat dimata mereka. Trus bumi papua juga dikeruk sedemikian rupa oleh freeport tanpa kita bisa berbuat apa – apa dan negeri kita tetep begini – begini saja.

Oh nasib negeri-ku, mudah-mudahan kejayaan dimasa depan bisa kita rengkuh dan langkah – langkah perbaikan bisa dimulai hari ini tanggal 20 Mei 2008 dengan semangat kebangkitan nasional, amin.

Salam.