UU ITE

Beberapa hari yang lalu kita mendengar UU ITE sudah disahkan oleh DPR. Wah lama nian saya dan teman – teman yang beberapa tahun terakhir ini mengembangkan aplikasi eGov yang berhubungan dengan pihak – pihak yang saling bertransaksi data menunggu kelahiran jabang bayi yang waktu itu statusnya masih sebagai RUU ITE.

Tapi ndak ada kata terlambat untuk sesuatu yang baik. Meski disana sini ada kritikan atas beberapa substansi UU ITE yang tampaknya mengebiri kebebasan berpikir dan mengungkapkan pendapat dari para blogger, saya rasa untuk sementara kita lihatlah dulu manfaat dari sisi yang lain.

Kita sekarang jadi punya payung hukum untuk saling bertransaksi data. Ini kami di Surabaya yang sudah menerapkan eProcurement meskipun belum “fully electronic” saja sudah bisa merasakan manfaat, apalagi jika nanti surat penawaran saat lelang dan dokumen – dokumen lain sudah ndak perlu diminta dari versi cetak yang ada tanda tangan basah dan materai-nya. Cukup soft file dengan diberikan digital signature maka sudah sah-lah dokumen elektronik tersebut secara hukum. Asyik deh ! nanti ndak perlu lagi banyak hutan buat anak cucu kita yang harus di tebangi untuk memproduksi kertas-kertas yang akan dipergunakan untuk segala urusan administrasi dan perkantoran.

Ada satu hal lagi yang barangkali kita perlu syukuri dan manfaatkan atas keberadaan UU ini untuk aktifitas kita sehari – hari, yaitu bahwa transaksi elektronik yang melibatkan uang juga jadi lebih terjamin status hukumnya jika ada perselisihan antar pihak. Sepertinya kita ndak banyak menyadari bahwa penggunaan ATM kita selama ini masih belum belum dipayungi perundang-undangan lho ! Jadi yang memayungi masih berupa kesepakatan/perjanjian antara kita sebagai nasabah dengan Bank tempat kita nyimpan uang kita. Karena
memang konon perjanjian merupakan undang – undang yang harus dipatuhi bagi kedua belah pihak yang mengadakan perjanjian. Ya untungnya Bank – Bank di negeri kita baik- baik saja sehingga kepentingan kita para nasabah masih terjaga, tetapi dengan adanya UU ITE ini maka posisi kita sebagai nasabah akan lebih terjamin kan ?!!

Akhirnya marilah kita manfaatkan produk hukum yang sudah lama kita tunggu – tunggu ini untuk mengembangkan apapun bentuk – bentuk digital life style di kalangan masyarakat kita. Tak berlebihan jika kita berharap bahwa di dunia digital ini kita bisa menemukan celah untuk mengangkat keterpurukan bangsa ini secara ekonomi, budaya dan pengetahuan. Lha India saja bisa kok kita ndak bisa ?!

Salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s