Meningkatkan kinerja pengelola sistem eProcurement dari sisi integritas

Saya rasa membicarakan upaya untuk menjaga integritas panitia pengadaan saat menjalankan tugasnya dalam proses pelelangan adalah salah satu point penting untuk menciptakan sistem pengadaan yang bersih, transparan, akuntabel dan kompetitif. Mengapa begitu ? karena merekalah yang ada di garis depan proses lelang, sehingga kalau disisi ini “masih lemah” maka sebagus apapun sistem pengadaan yang dipakai (misal memakai eProcurement), maka lubang – lubang kecil KKN akan tetap ada.

Dari pengalaman pelaksanaan pengadaan secara elektronik di Surabaya, saya bisa ceritakan beberapa hal diantaranya :

  • Panitia pengadaan masih bisa di-interferensi oleh pimpinan struktural diatasnya (karena budaya bangsa kita yang ewuh pakewuh atau lemahnya batin untuk berani mengatakan sesuatu kebenaran meskipun itu pahit adanya). Solusi : ULP (Unit Layanan Pengadaan) dibentuk sehingga proses lelang terlepas dari SKPD. Semua panitia pengadaan (disebut sebagai GTP = Gugus Tugas Pelelangan) dipilih dari orang – orang yang berkompeten (lulus sertifikasi keahlian pengadaan barang/jasa dari Bappenas), dan SKPD akan sulit memilih GTP yang orang – orangnya bisa di-interverensi karena komposisi GTP adalah gabungan dari berbagai staf SKPD yang berlainan. Solusi ini dasarnya adalah Perpres nomor 8 tahun 2006 tentang perubahan ke-empat keppres 80/2003.
  • Besarnya godaan dari peserta lelang atau pihak – pihak lain yang ingin mengatur pelelangan dengan mengkondisikan sesuatu jauh – jauh hari dari tahapan proses lelang. Misalkan mengarahkan spesifikasi teknis agar mengarah ke persaingan yang tidak sehat. Solusi : para personil GTP di ULP ditraining mental batin-nya agar tahan godaan dengan di-iringi kompensasi honorarium yang memadai. Di Keppres 80/2003 pasal 8 disebutkan bahwa untuk mendukung pelaksanaan barang/jasa, Instansi Pemerintah ”wajib” menyediakan biaya administrasi proyek untuk honorarium panitia/pejabat pengadaan. Nah masalah ukuran memadai memang relatif, tetapi pemberian renumerasi berdasarkan beban kerja dan kelangkaan profesi/ keahlian sangat pas untuk teman – teman yang ditugaskan sebagai GTP di ULP (dasarnya Permendagri 13/2006 junc to Permendagri 59/2007). Pemberian renumerasi berdasarkan beban kerja maksudnya pemberian honorarium bisa diberikan berdasarkan banyaknya paket pekerjaan yang dilaksanakan lelangnya. Ibaratnya kita harus memberikan upah yang lebih besar kepada orang yang mengangkat batu seberat 10 kg dibanding yang mengangkat batu seberat 2 kg. Sedangkan pemberian renumerasi berdasarkan keahlian maksudnya bahwa orang yang lebih tinggi grade kelulusan sertifikatnya bisa diberikan honorarium relatif lebih tinggi. Ini akan mendorong PNS untuk berlomba – lomba menjadi pinter dan punya keahlian kalau ingin mendapatkan tingkat pendapatan/ kesejahteraan yang lebih baik, bukan dengan cara KKN. Asyik kan ?! dapat tambahan uang tapi halal dan sah secara hukum/ administratif.
  • Membentuk tim ahli dari beberapa praktisi hukum dan akademisi di bidang hukum dan teknis pekerjaan yang dilelang sebagai rujukan keputusan ULP. Ini penting untuk membentengi pikiran – pikiran aneh untuk keluar dari jalur peraturan dan spesifikasi teknis yang wajar dari benak para anggota GTP (anggota GTP jugaaa manusia he he he). Sehingga pimpinan di ULP bisa menjaga konsistensi para anggotanya dalam bertugas melaksanakan pelelangan.

Apalagi ya ? saya rasa sementara cerita tentang kiat – kita meningkatkan kinerja pengelola sistem eProc dari sisi integritas dicukupkan sampai disini, sampai ketemu lagi.

Salam.

2 thoughts on “Meningkatkan kinerja pengelola sistem eProcurement dari sisi integritas

  1. remunerasi seingat saya sama dengan imbalan dari tenaga dan fikiran, kalau diteruskan imbalan itu merupakan sebagian dari rezeki (yang barokah) memang harus dijemput tidak ditunggu kata aa’gym…tapi ga boleh dihitung hitung karena itu dianggap kita ‘perhitungan’ dalam ber amal, karena rezeki datangnya dari Alloh SWT. ga nggurui lho pak yai…

  2. Ha ha ha, iya sih memang ndak harus perhitungan banget, kuatirnya malah kurang ikhlas ya he he he. Tapi dengan memberikan tambahan penghasilan itu diharapkan semangat bekerja dan integritas teman – teman di garda depan eProcurement ini bisa terjaga (ndak mudah dibujuk untuk yang aneh – aneh gitu lhooh).
    Yaah ini treatment Mas, mudah-mudahan ya begitu hasilnya …
    Trims lho TAUSIYAH-nya …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s