Yuk bangkitkan semangat perbaikan mulai dari hal kecil, ini 100 tahun Kebangkitan Nasional Lho !

Di tanggal 20 Mei, 100 tahun lalu bangsa kita diwakili kaum muda remaja mencanangkan kebangkitan secara nasional. Di tanggal 20 Mei tahun ini apa yang kita canangkan ? kita tidur – tiduran saja ? apa kita sepakat berkomitmen untuk bangkit ? bangkit dari apa ? bagaimana caranya ? Nah tuh masalah bangkit saja kita perlu berdiskusi dulu lhoh ! soalnya kita (bangsa ini nih maksudnya) selama bertahun – tahun terlarut dalam ketidaksamaan visi dan cita – cita. Akhirnya di-ibaratkan masing – masing komponen bangsa ini adalah suatu aksi berbagai gaya, maka resultan-nya tidak mengarah ke suatu titik dan nilainya kecil karena masing – masing gaya saling meniadakan (ini pendapat lho, ndak setuju juga ndak apa – apa kok).

Nah, di tanggal 20 Mei ini, setelah 100 tahun lalu pendahulu kita sudah mengawali bagaimana bangsa kita bisa bangkit menentang penjajahan, saya ingin menyampaikan pendapat saya mengenai prespektif kebangkitan nasional dari dan untuk komunitas PNS kecil seperti saya dan teman-teman outsourcing yang selama ini bergabung membantu tugas – tugas pemerintahan yang sebenarnya berat, sebagai kontribusi kecil untuk bangkitnya bangsa sekarang ini sebagai berikut :

  1. Marilah kita mulai dari diri sendiri sebagai PNS untuk mencurahkan waktu dan pikiran kita untuk bekerja dengan benar. Kita gunakan kewenangan kecil dan tugas – tugas kita benar – benar untuk melayani masyarakat. Pokoknya jangan KKN deh, kasihan masyarakat. Nanti jika keluarga, tetangga dan kerabat kita menerima layanan publik yang buruk, lambat, mahal karena kita dan teman – teman di kantor yang “mbeling” maka kita juga akan turut repot.
  2. Mari kita berpola hidup hemat dan jangan menonjolkan kemewahan. Kemewahan pada acara – acara seremonial pribadi akan sangat menyakitkan jika dilihat sesama saudara kita yang sekarang ini  dalam kondisi kesusahan. Kalau di rumah sudah bisa hemat dan tidak melebih – lebihkan, maka kebiasaan itu akan mendorong kita di saat kantor untuk mengelola kegiatan dengan hemat pula. Saya sarankan jangan-lah nonton dan mengijinkan anak – anak/ istri kita nonton sinetron – sinetron yang sekarang ini banyak menonjolkan pola hidup mewah, kuatirnya pelan – pelan ndak terasa kita bisa menirunya.
  3. Marilah kita tingkatkan kemampuan dan skill/ kompetensi kita. Bertahun – tahun sudah birokrasi ini  dibodohi oleh korporasi dan muaranya tidak untuk kepentingan masyarakat banyak, tapi untuk menumpuk modal pemegang saham korporasi. Hal ini sudah diakui lho oleh JOHN PERKINS, seorang pelaku dari korporasi global yang ikut menghancurkan perekomian negeri ini sejak awal tahun 1970-an, dan menurutnya memang dia banyak ber-KKN dengan orang – orang pemerintahan dalam melakukan aksinya, nah tuh !!! Beli saja bukunya ada kok di store book. Bahkan Pak KWIK juga menulis secara lugas praktik – praktik jelek tersebut di harian Kompas dan dibukukan di buku Beliau, judulnya ”Pikiran yang terkorupsi”. Bagus lho untuk menambah wawasan, yaah biar kita tidak ikut terjerumus … (kita kan juga manusiaaa, kadang bisa salah dan melakukan dosa).
  4. Oh ya masalah skill/kompetensi, saya berpendapat bahwa dari situlah justru kita akan dapat tambahan penghasilan tanpa harus repot – repot ber-KKN.
  5. Selanjutnya, marilah kita perbaiki sistem administrasi atas pekerjaan kita di kantor. Sistem Penyusunan dan Pengelolaan Anggaran, Sistem Pengadaan Barang/Jasa, Sistem Pencatatan Aset, Sistem Perijinan dan lain – lain sistem layanan publik yang menjadi tanggung jawab dan tugas kita agar pekerjaan kita lebih cepat, benar, efektif dan efisien. Kalau proses produksi layanan publik bisa cepat dan murah, maka akan mendorong efisiensi di sektor privat, sehingga masyarakat secara keseluruhan akan mendapatkan kemudahan memenuhi kebutuhannya.

Saya rasa saya ndak akan ngomong banyak – banyak-lah, karena kuatir dinilai menggurui. Prinsipnya, saya berpendapat jika tidak mulai dari yang kecil – kecil dan ndak di-mulai hari ini maka negeri ini akan turun terus martabatnya. Bangsa ini akan ludes digilas jaman serta dimakan oleh negara lain/ korporasi global. Ingat lho, Malaysia yang kita anggap saudara/ sedulur saja bisa tega kayak gitu kok ngerjain kita. Konon karena kita memang dipandang kurang bermartabat dimata mereka. Trus bumi papua juga dikeruk sedemikian rupa oleh freeport tanpa kita bisa berbuat apa – apa dan negeri kita tetep begini – begini saja.

Oh nasib negeri-ku, mudah-mudahan kejayaan dimasa depan bisa kita rengkuh dan langkah – langkah perbaikan bisa dimulai hari ini tanggal 20 Mei 2008 dengan semangat kebangkitan nasional, amin.

Salam.

10 thoughts on “Yuk bangkitkan semangat perbaikan mulai dari hal kecil, ini 100 tahun Kebangkitan Nasional Lho !

  1. ya memang semua harus bangkit!!!!… tim tomas dan uber belum bangkit… balbalan pssi kalah 1-5 dari klub bayer… sea games urutan no 4…weh weh..tak apalah kita mulai dari membangkitkan harga bbm dan harga2 bahan pokok lainnya dulu ajalah.. barangkali yang lainnya bisa ikut bangkit… asal jangan kemiskinan saja yang bangkit! yang jelas motonya INDONESIA BISA….apa?

  2. Wah Indonesia bisa apa ya ? tapi kalau Surabaya bisa Mas ! ini sudah dimulai dengan penghijauan kota oleh Bu Risma dan teman – teman DKP + dukungan warga.
    Trus masalah perbaikan administrasi pemerintahan dimulai dengan eBudgeting trus eProcurement dan lain – lain-nya, agar pekerjaan bisa efektif, efisien dan minim kesalahan (yang tak disengaja maupun yang disengaja hi hi hi).
    Trus lainnya ? ya bisa saja nantinya P. Chalid dengan pasukannya di Bapetikom menjadikan Surabaya jadi lembah silikon-nya Indonesia ? he he he.
    Memang semua harus dimulai dari keinginan dan mimpi, termasuk keinginan untuk bangkit dan mimpi untuk berhasil.
    Yuuk Bangkit dari lingkungan terkecil kita. Nanti yang lain pasti akan menyusul.
    Salam

  3. Benar Pak Aisonhaji,
    kita harus optimis untuk bisa bangkit.
    tapi yang juga tak kalah penting dari optimis tsb adalah komitmen dan kerja keras untuk pengabdian dan menciptakan perbaikan2,
    ya.. persis seperti yang dikatakan Deddy Mizwar di iklan2 TV
    ——–
    BANGKIT ITU SUSAH, susah melihat orang lain susah, senang melihat orang lain senang
    BANGKIT ITU TAKUT, takut korupsi, takut mengambil yang bukan haknya
    BANGKIT ITU MARAH, Marah bila harga diri bangsa diinjak2 (baik oleh bangsa asing, maupun bangsa sendiri)
    BANGKIT ITU TIDAK ADA, Tidak ada kata menyerah, Tidak ada kata putus asa
    ——–

    sebenarnya indonesia punya potensi yang melimpah untuk bisa membuat Indonesai benar2 bangkit di masa depan.
    banyak anak bangsa yang tak kalah cerdasnya dengan bangsa lain.
    banyak Sumber Daya Alam yang berpotensi utk dikembangkan.

    tapi sekarang,
    Indonesia terlalu banyak berpolemik, terutama di elit politik(kata orang sih itu yang namanya demokrasi), tapi terlalu sering berpolemik bisa bikin ga konsen untuk pembangunan.
    Pembangunan pun juga banyak bocor di sana sini (malah sampai ada yang bilang, “gedung sekolahan yang dibangun Belanda di masa penjajahan dulu kualitas bangunannua sangat bagus dan bisa bertahan puluhan bahkan mungkin ratusan tahun, sedangkan bangunan sekolahan yang di bangun pemerintah dan bangsa sendiri paling tahan hanya belasan tahun karena dananya bocor kemana2” )

    yah, semoga, Indonesia ke depan bisa benar2 BANGKIT.

  4. Amin, semoga Indonesia bisa bangkit beneran dari keterpurukan dan diremehkan negeri – negeri lain. Senang rasanya ketemu teman yang punya optimis-me seperti Mas Hariy.
    Salam kenal.

  5. Salam dari konco lawas yang berada nun jauh di Korea. Terus terang saya acungi jempol dengan Cak Agus yg masih punya waktu untuk amar ma’ruf nahi mungkar dg tulisan di blognya. Kalo saya masih sulit karena harus “nukang” dilab, he..he..
    Korea Selatan tidak punya sumber daya alam, luasnya hanya sedikit lebih luas dari Jawa Timur, dan merdekanya hampir bersamaan dg Indonesia (15 Augustus 1945). Sebelum 90-an Indonesia lebih maju dibanding korea, sering mereka melakukan studi banding di PAL, IPTN, Krakatau Steel, dll. Tapi setelah itu Korea pertumbuhannya melesat gila-gilaan. Setelah saya amati ternyata mereka itu pekerja keras, bonek, disiplin, dan pemerintahannya bisa dipercaya. Hanya itu. Saya optimis Indonesia bisa lebih maju dibanding Korea jika kita semua mengamalkan 5 point yang Cak Agus tulis.

    Kamsahamnida
    Ary Bachtiar
    di Negara Ginseng

  6. Trims atas infonya Cak Ary, ternyata mereka di korsel itu punya sifat :
    PEKERJA KERAS, BONEK, DISIPLIN DAN ADA GOOD GOVERNANCE.
    Okey ntar kusebarkan ke banyak teman mengenai hasil pengamatan panjenengan di sono agar dapat di-benchmark oleh teman- teman disisi. Oh ya apa itu Kamsahamnida ? Bahasa korea ?
    Salam

  7. Oh ya ada lagi yang penting disini (Korsel) kepatuhan dan kepastian akan hukum sangat tinggi sehingga keamanan cukup terjamin. Pernah seorang teman (dosen UI) kelupaan kameranya tertinggal di sebuah meja yg ada diluar gerai Mc. Donald, wajahnya jadi pucat membayangkan kameranya yg mahal hilang karena hampir tengah malam baru ingat (tertinggal waktu sarapan pagi). Saya bilang disini beda dg di Jakarta dan menyarankan untuk menanyakan di counter Mc. Donald. Dan Alhamdulillah kameranya aman dan disimpan oleh karyawan Mc. D. Nah, kalo kejadiannya di Jakarta atau Surabaya mungkin sama-sama aman dan disimpan seseorang cuman masalahnya tidak tahu siapa orangnya, he..he..
    Oh ya Kamsahamnida = thank you very much, Sarangheyo = i love you, nah ini bisa dicoba Popohijuseo = kiss me, he..he..

  8. Pak Agus, mumpung semangat perbaikan, saya kok merasa aturan Revisi APBD ada yang perlu diperbaiki. yaitu yang tentang nilai Revisi harus SAMA PERSIS dengan sebelum revisi. Masak selisih 1 Rupiah saja tidak boleh. Ini kalo sistemnya pakai SSH, ASB, dan lain2 standar harga menjadi tidak rasional, karena nilai2 standar ini tadi kan tidak bulat persis karena merupakan hasil dari analisa dengan koefisien2 tertentu, sehingga mengandung beberapa digit dibelakang koma.
    Karena nilai SSH/ASB yang sudah standar ini maka teman2 main di perkalian volume untuk ngepas2in biar selisihnya 0 tadi. Tapi jadinya aneh jika dibaca. misal paving di jalan X sepanjang 200,34372 meter.
    Tapi memang ada aturan dari pusat-kah kalo revisi harus selisihnya 0? kalau ada selisih misal cuman puluhanan rupiah, atau ratusan rupiah masak tidak boleh? Kalau bisa tak tomboki aja deh nanti selisih anggaran yang ratusan rupiah ini🙂

  9. Buat Mas Daniel yang cuaakeeep :
    Hua ka ka ka kak ka kak, nomboki itu yang tidak bisa ! meskipun 1000 rupiah ya tetap harus sama. Aturane ngono kalau revisi, kecuali di PAK maka bisa saja ndak sama (berkurang atau bertambah).
    Memang jasi ruwet ya !!? Makane kita upayakan revisi makin hari makin sedikit sehingga tidak menyulitkan, trus kita bisa cara SUMBETAN komponen sebagai angka untuk me-NGEPASKAN, semisal karet gelang kalau dulu (tapi pilihan karet gelang itu sangat tidak elegant, mungkin ada yang lain).
    Oleh karena itu penempatan rekening harus betul – betul fixed sebelum jadi RAPBD, betul sampeyan bilang bahwa Bilal tidak pada kompetensi-nya untuk dipasrahi masalah rekening di SSH. Tahun ini kita beresi ya Mas, mudah-mudahan sampeyan belum segera berangkat sekolah ke LN he he he.
    Salam

  10. Buat Cak Arie di negeri ginseng :
    Wah kalau sifat orang – orang korsel yang patuh pada hukum bisa ditunjukkan oleh para pemimpin kita, sepertinya masyarakat kita PASTI akan ngikut, karena konon orang Indonesia itu sifatnya paternalistik (Butuh Figur untuk contoh).
    Kalau untuk ngerubah butuh berapa generasi ya ? kata Mbah – Mbah dulu dijaman awal kemerdekaan sifat – sifat orang Indonesia ya seperti orang korsel sekarang (katanya lho !!! habis kita kan belum lahir Rek !). Tapi sekarang kok seperti ini ya ? Mboh wis, nggarai sumpek !
    Yang penting kita mulai belajar sifat – sifat baik (seperti orang-orang korsel dan bangsa kita sendiri jaman dulu) dari lingkungan terkecil saja kali ya ! Dari Keluarga dan Tetangga trus di kantor tempat kita bekerja. Mudah-mudahan bisa menular.
    Eh Kamsahamnida, aku sering dikunjungi di media ini … jadi seperti kita masih di kelas ngobrol sambil mbacem tugasnya Pak ITEM (he he he, ini juga sifat buruk jaman dulu).
    Salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s