Tentang eProject yang memudahkan manajemen pemda memantau aparat-nya melaksanakan APBD

Kemarin saat coffee morning yang diadakan oleh Bapak Walikota Surabaya dengan seluruh jajaran SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah = Dinas/Badan/Bagian), saya mendapat-kan tugas untuk menyiapkan data mengenai progress dan status pelaksanaan anggaran belanja dari semua SKPD, plus apa masalah masing – masing sub kegiatan sehingga penyerapan anggaran kok masih rendah ?!

Lha misalkan permintaan ini datangnya tahun lalu maka saya pasti bingung dan data yang ada cuma global saja sehingga tidak bisa ‘BUNYI’ dan tidak bermanfaat bagi para manajer pemkot. Tapi kemarin saya sangat senang karena data bisa tersaji lebih komplet berkat adanya aplikasi eProject.

eProject merupakan aplikasi lanjutan dari eBudgeting yang nantinya bermanfaat untuk data dasar proses eProcurement dan proses penyusunan kontrak + pencairan termijn pekerjaan di eDelivery.

eProject dibuat karena ter-inspirasi Keppres 80/2003 yang mengamanatkan agar ada informasi tentang paket -paket pekerjaan beserta kontrak – kontrak-nya. Dari sini timbul ide agar informasi seputar paket pekerjaan dilengkapi sekalian seperti :

  1. Jenis pengadaan untuk paket pekerjaan tersebut, mungkin lelang atau PL atau diswakelola. Nantinya info ini akan digunakan sebagai dasar untuk proses administrasi-nya.
  2. Kapan paket pekerjaan ini akan mulai diadakan.
  3. Kapan paket pekerjaan ini akan mulai dilaksanakan dan kapan akan selesai.
  4. Disamping itu direncanakan juga di eProject rencana pencairan keuangan dan penyelesaian SPJ-nya.

Kemudian, untuk memastikan bahwa pemaketan tadi sesuai dengan alokasi anggaran yang tersedia, maka data awalnya harus mengambil dari aplikasi eBudgeting. Ini penting agar tidak terjadi alokasi anggaran hanya 1000 rupiah tapi dibuat 3 paket pekerjaan senilai 1200 rupiah, nantinya siapa yang akan membayar 200 rupiah sisanya jika paket tersebut terlanjur dilelang dan pekerjaan selesai ? Ndak mungkin kan pemerintah daerah akan ngemplang ? he he he.

Nah, karena manajemen di pemkot Surabaya sangat “IT minded”, maka dengan meng-akses situs eProject Beliau – Beliau bisa mengetahui bahwa status hari ini seharusnya SKPD “X” sudah melaksanakan lelang sekian paket, kemudian sekian paket seharusnya selesai fisiknya dan mestinya sudah ada penyerapan anggaran sebesar sekian rupaih, asyik kan ?! kalau memang kinerja SKPD “X” buruk maka itu tinggal urusan dan kewenangan manajemen, apa itu menjadi tanggung jawab Ka. SKPD atau PPKm dibawahnya. Yang penting, Ka. SKPD harus menguasai eProject untuk memelototi kinerja PPKm-nya sebelum kinerja SKPD secera keseluruhan dipelototi oleh Manajemen yang lebih tinggi.

Okey, sementara sekian dulu info tentang eProject, mengenai bagan yang menunjukkan posisi eProject diantara aplikasi yang lain dapat dilihat di postingan tanggal 25 April lalu (Surabaya Improvement to Excellence Government Program) dalam bentuk file ppt. Kapan – kapan disambung lagi ya.

Salam.

4 thoughts on “Tentang eProject yang memudahkan manajemen pemda memantau aparat-nya melaksanakan APBD

  1. assalamualaikum Pak Agus, ketemu lagi lewatnya blog bapak..
    Insya Allah tahun ini kami akan melanjutkan penerapan aplikasi eprocurement ke arah eproject. Ditambah lagi dengan artikel Bapak ini jadi semakin semangat kami. Rencananya pertengahan juni ini kami bersama pa Rusdi akan ke Pemkot utk konsultasi persiapan penerapan eProject mohon waktu ya Pak… Senin permohonan tertulis kami Fax ke Bapak..

    Salam

  2. Ya Pak Samsul, silahkan ke Surabaya. Nanti bisa sekalian lihat – lihat kantor ULP yang hampir jadi, mungkin bisa menjadi inspirasi untuk di kota Bapak. Dan sering – sering-lah mampir ketemu saya di blog ini kalau SPPD di kantor Bapak sudah menipis he he he. Sama saja kan ?!, yang penting bisa saling diskusi dan share konsep untuk kebaikan kota kita bersama. Sampai ketemu, terima kasih.
    Salam

  3. Tugasnya BP kayaknya gak bisa lepas dari proses di bagian Keuangan ya pak.. Untuk budgeting, project, procurement, controlling kayaknya gak terlalu susah hubungannya dengan keuangan, tapi kalau yg delivery mau dihubungkan kayaknya amat sangat ribet deh… soalnya mungkin software di keuangan harus ditata ulang untuk tarik-tarik datanya.
    Ini mungkin yang membuat dinas justru keberatan karena 2 kali kerja ya? gimana dong solusinya?

  4. edelivery ndak pernah kuminta data kok dari keuangan. Semuanya dari eBudgeting dan eProject serta eProc …, so edelivery jalan terus.
    dua kali kerja ? ya mungkin itu untuk yang non kontrak. tapi sepertinya sudah kuatasi dengan tidak bener – bener 2 kali kok untuk input. Hanya ambil rekap gedenya thok mas !
    Tapi bener sampeyan, kalo bisa integrated dengan aplikasi di keuangan akan “ciamiiik soro”, tapi mungkin perlu beberapa waktu kedepan deh. Jangan tinggal aku untuk support terus ya improvement-nya.
    Trims. Salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s