Manajemen pengadaan barang/jasa dengan ULP, case di Pemkot Surabaya

Sejak tahun 2008 ini pengadaan barang/jasa di lingkup Pemerintah Kota Surabaya dilaksanakan melalui Unit Layanan Pengadaan. Efektif sudah berjalan kurang lebih 2-3 bulan. Karena organisasi ini masih baru maka pembenahan juga terjadi disana – sini. Satu hal yang pasti bahwa implementasi pengadaan barang jasa secara elektronik (eProcurement) melalui ULP ya baru di Surabaya ini diterapkan. Biasanya pakai eProc saja atau ULP saja.

Bagaimana model pengelolaan-nya ? sebagai bahan informasi bagi instansi lain yang barangkali juga bermaksud menerapkan pola serupa, maka beberapa hal kecil tentang pengelolaan aktifitas di ULP dapat diceritakan sebagai berikut :

  1. Gedung ULP diupayakan ada tersendiri dan dapat mengakomodir kebutuhan ruang untuk para panitia pengadaan di lingkup ULP melaksanakan evaluasi, Aanwijzing dan pembukaan sampul (tiap kelompok panitia disebut sebagai GTP = Gugus Tugas Pelelangan).
  2. GTP dibentuk dengan mencari personil pilihan dari berbagai SKPD dengan memperhatikan sisi kompetensi (bersertifikat keahlian pengadaan barang/jasa pemerintah yang dikeluarkan Bappenas) dan integritas (dipilih yang tidak punya track record buruk).
  3. Tata cara / prosedur standar proses lelang dengan eProc yang dilaksanakan melalui ULP disusun dengan memperhatikan batasan kewenangan dan tanggung jawab, khususnya antara GTP dengan PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) yang ada di masing-masing SKPD (Satker).
  4. Penggajian/ renumerasi dibuat dengan standar diatas rata – rata guna menjaga integritas para GTP saat menjalankan tugasnya.
  5. Perlu disediakan tenaga outsourcing untuk support GTP menjalankan tugasnya, misalkan dukungan melakukan survey harga pasar untuk nyusun OE/HPS. Catatan : kualifikasi SDM outsourcing ini haruslah memadai.
  6. Mekanisme penilaian kinerja ULP. Ini penting karena sebagai alat kontrol guna memastikan apakah ULP bekerja sesusai dengan standar dan target waktu/ keluaran yang ditetapkan.

Sementara demikian dulu, lama ndak nge-post jadi agak sulit nulis he he he. Jika ada yang kurang akan saya post lagi atau jika ada yang salah maka tulisan ini akan saya koreksi.

Salam.

18 thoughts on “Manajemen pengadaan barang/jasa dengan ULP, case di Pemkot Surabaya

  1. Pak, saya ingin tanya…kalau untuk sebuah sekjen apakah perlu dibuat ULP?…soalnya orangnya cuma sedikit dan jumlah pengadaannya tdk sebanyak Pemda/departemen, dll…kalau pada akhirnya dibuat ULP kira-kira pengelolaannya seperti apa ya, Pak?…

    Terima kasih

  2. Menurut saya ULP perlu kalau suatu instansi mempunyai kegiatan yang memerlukan pengadaan dengan skala jumlah pemaketan yang sangat banyak tetapi satker – satkernya tidak memiliki panitia pengadaan yang bersertifikat keahlian pengadaan barang/jasa Bappenas dengan jumlah yang memadai. Seperti pemkot Surabaya yang memilki 39 satker (tidak termasuk kecamatan) yang semua memiliki paket pekerjaan dilelang (total lebih dari 1000-an paket dari nilai 55 juta sampai Milyar), akan tetapi panitia pengadaan yang bersertifikat tidak merata ada di tiap satker.
    So, di Surabaya mendesak banget ada ULP kalau ingin kinerja pengadaan barang/jasa-nya baik dan dapat dipertanggungjawabkan. Sepertinya kalau untuk lingkup satu departemen perlu deh ada ULP, seperti di Departemen Luar Negeri yang sudah jalan 1 tahun ini. Monggo maen – maen kesana untuk benchmark, atau kalau pingin lebih jauh ya maen – maen ke Surabaya sambil cari lontong balap yang sudah terkenal itu he he he. Begitu saya kira, sampai ketemu lagi.
    Salam.

  3. pak, saya ingin tanya tentang prosedur pengadaan tanah oleh pemerintah daerah dari awal proses pengadaan sampai pembayaranan. berkas2 atau kelengkapan apa yang diperlukan. terima kasih.

    • Mas Widi yang baik …
      Aduuuh maafin ya saya kurang paham nih masalah pengadaan tanah … Dan pengadaan tanah di Surabaya tidak dihandle oleh ULP. Sekali lagi mhn maaf dan salam kenal …

    • Itu lhoo ! GTP itu kan semacam panitia pengadaan yang ada di ULP. Mereka itu dari berbagai SKPD yang bersertifikat keahlian pengadaan barang/jasa pemerintah. Mereka melakukan proses lelang atas paket pekerjaan yang diajukan oleh SKPD. Begitu yang bisa saya jelaskan, trims.

    • Mas Ari Syamsurizal, kalau mau ikut bisa ke Bappenas atau sama – sama dengan teman – teman Pemkot Surabaya yang rutin mengadakan ujian bekerja sama dengan LKPP bagi staf – staf PNS di Surabaya. Kalau mau tulis surat saja ke BKD Pemkot Surabaya. Titipkan saya lewat email saya saja, trims.

  4. bapak aisonhaji yang terhormat..saya mahasiswa unair jurusan akuntansi.. saya mau meneliti tentang sistem pengadaan barang dan jasa online (e-proqurement) di pemkot surabaya. yang saya mau tanyakan prosedur untuk mengadakan penelitian di pemkot surabaya bagaimana ?? terima kasih

    • Maaf Mbak Dewi Anjar yang sedang kuliah, saya baru bisa jawab.
      Oh ya, silahkan saja Mbak Anjar ajukan penelitian melalui kantor Bakesbang Linmas di Jalan Jaksa Agung Suprapto Surabaya, nanti akan diberikan ijin untuk pengambilan data di tempat/ kantor saya. Nanti Insya Allah akan saya support penelitian-nya. Sukses ya, salam.

  5. Ass..bapak aisonhaji…..saya baru aja mengantongi sertifikat L4, namun saya masih kurang pede megang sertifikat itu krn kemampuan praktek saya masih sangat-sangat minim……menurut bapak aisonhaji hal yg paling penting dipelajari utk lebih memahami masalah pengadaan dgn segala permasalhannya dpt saya pelajari dari mana?mengingat tahun depan dikantor saya akan ada pengadaan pembangunan gedung, dan mgkn saya akan ditunjuk jadi ketua panitia………apakah ada buku tentang hukum pengadaan barang dan jasa??saya berharap bapak dapat membalas email saya……thx sebelumnya….

    • Wah Mbak Irma …
      Anda harus bangga dan PeDe lho karena lulus L-4, karena ndak semua orang bisa. Mengenai buku tentang hukum pengadaan barang/jasa sebenarnya ada meskipun ndak banyak. Coba cari buku karangan Prof. Sogar Simamora (gubes dari Unair yang ahli kontrak pengadaan barang/jasa pemerintah), yang mana Beliau adalah partner kami dalam pembahasan dan pengembangan sistem pengadaan barang/jasa pemerintah di pemkot surabaya. Silahkan cari di toko buku terdekat. Salam …

  6. assalam wr wb, pak aisonhaji… kalo saya baca ringkasan di atas, (maaf kalo salah) apa artinya semua proses pengadaan barang jasa di Pkot Surabaya menggunakan sistim EPROC tanpa melihat besarnya nilai pengadaan? plis tlh dijelaskan ya pak….
    karena kalo di kami, yang menggunakan EPROC hanyalah yg nilainya 600 jt ke atas saja di bawah itu tidak.

    kmudian, sekretariat ULP di bawah sapa? apakah berdiri sendiri secara struktural ??? tkyu pak..

    • Buat Neng yang baik …
      wa’alaikum salam dan salam kenal. Sebenarnya di pemkot surabaya itu pengadaan ya melihat besarnya nilai pengadaan, misalkan panitia membuat harga perkiraan sendiri (HPS) sebelum paket pekerjaan-nya diumumkan di media massa. Bahkan semua paket pekerjaan di-atas 50 juta ya dilelang pakai sistem eProcurement.
      Penanggung jawab sistem informasi manajemen dan hal – hal terkait regulasi ada di bagian tersendiri yang terpisah dengan yang bertanggung jawab untuk menjalankan ULP. Namun di surabaya ULP-nya tidaklah bersifat struktural, namun melekat pada unit kerja yang mempunyai tupoksi bersesuaian sebagai pembina pengadaan barang/jasa. Begitu infonya …
      semoga dapat membantu …

  7. pada lingkungan sekretariat daerah ULP tu bisa dibentuk kapan? dan siapa saja yang bisa jadi peserta? maksud nya bagian apa saja yang bisa jadi peserta

    • Mas/Mbak Jatun,
      Kalau ULP kapan saja siap ya bisa dibentuk kok, malah sangat dianjurkan segera ada. Mestinya ULP dibentuk untuk seluruh kebutuhan proses lelang pada SKPD di lingkup Pemda agar lebih efektif, jadi anggotanya bisa dari mana saja yang penting sudah lulus sertifikasi keahlian pengadaan barang/jasa dari LKPP.

    • bentuk kontrak udah ada di eDelivery Mas Abdul Manan, jadi kalau Sampeyan bertugas sebagai PPKm atau PPTK yang membantu membuat kontrak akan bisa membukanya, selamat bertugas ya !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s