Keppres 80/2003 diwacanakan meningkat statusnya menjadi Undang-Undang

Kemarin di Hotel Santika Surabaya diadakan launching dan pengakhiran program kerjasama antara OSS Center yang di-support oleh The Asia Foundation dengan pemkot Surabaya untuk merevitalisasi peran dan kinerja Unit Layanan Pengadaan (ULP)/ Procurement Unit Pemerintah Kota Surabaya.

Ada hal menarik yang menjadi bahan diskusi antara para pengurus asosiasi d praktisi hukum serta perwakilan SKPD di lingkup Pemkot Surabaya di forum tersebut yaitu atas keberadaan Keppres 80/2003 tentang Pedoman Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang sudah direvisi beberapa kali. Semua audience dengan bergemuruh sepakat bahwa substansi keppres 80/2003 beserta perubahan-perubahannya dapat disempurnakan lagi dari sisi – sisi yang berhubungan dengan persepsi/ penafsiran atas kaitannya dengan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Audience bersepakat untuk mengusulkan ke Pemerintah Pusat (Bappenas/LKPP) beberapa point sbb :

  1. Harus ada pemilahan yang jelas pada tahapan mana di prosedur pengadaan tersebut jika terjadi ketidak sesuaian (ekstrimnya = terjadi pelanggaran) dapat dikategorikan sebagai tipikor. Jadi harus dibatasi dengan garis tebal banget berwarna merah, mana saja dari rangkaian prosedur tersebut tergolong dalam domain hukum administrasi dan mana yang dapat tergolong dalam area hukum pidana khusus (korupsi maksudnya). Apa ya jika dalam menyusun DED/ Perencanaan Teknis terjadi kekurangan 1 (satu) lembar dokumen (misalkan analisa harga satuan), kemudian Panitia Pengadaan atau PPKm dapat ditetapkan sebagai tersangka ?;
  2. Ada kejelasan sangsi atas masing – masing kemungkinan pelanggaran atas substansi pasal dan prosedur yang ada di keppres/perpres tentang pengadaan tersebut. Mungkin saja sangsi – sangsi tersebut didasarkan atas Undang – Undang lain yang lebih tinggi, tapi penerapannya ke konteks pengadaan barang/jasa haruslah didefinisikan dengan tepat dan proporsional di Perpres ini agar tidak multi tafsir lagi. Jika hal ini tidak segera diatasi, terjadi ekses – ekses yang sangat kontra produktif dengan tujuan pembangunan di APBN/APBD itu sendiri. Kenapa ? karena para pengelola pengadaan banyak yang harus masuk penjara gara – gara penafsiran yang beragam atas proses pengadaan yang dianggap ada masalah;
  3. Penigkatan status atas keberadaan aturan tentang pengadaan ini dari Keppres/Perpres menjadi Undang – Undang, sehingga dapat ditetapkan di Undang – Undang tersebut sangsi – sangsi hukum khusus atas hal – hal terkait pelanggaran dalam prosedur pengadaan. Harapannya, penjatuhan sangsi atas pelanggaran tidak diserahkan bak “kuintansi kosong” kepada tiap – tiap orang yang membaca perpres ini;

Kebetulan hadir sebagai salah satu nara sumber diacara tersebut Pak Ir. Ikak G Patriastomo dari Bappenas/LKPP yang merupakan salah satu konseptor/ perancang keppres dimaksud. Beliau menjelaskan bahwa penyempurnaan kembali Keppres 80/2003 dalam bentuk Perpres akan dikeluarkan secepatnya di akhir tahun ini. Masukan – masukan yang diberikan peserta acara memang sudah menjadi kajian dari tim LKPP dan LKPP membuka ruang untuk masukan lain jika ada. Akan tetapi RUU tentang Pengadaan Barang/Jasa mungkin masih menunggu waktu untuk diluncurkan ke DPR, mungkin baru tahun 2009 setelah Pemilu. Diharapkan 2010 RUU tersebut dapat disahkan. Mendengar penjelasan tersebut kita semua serempak mengucapkan amiiin he he he.

Okey  sementera itu informasinya. Kapan – kapan disambung lagi karena topik ini merupakan issue yang sangat strategis yang harus selalu kita sebar luaskan dan up date antar kita para praktisi dan pemerhati masalah pengadaan. Selamat berpuasa, dan …

Salam.

4 thoughts on “Keppres 80/2003 diwacanakan meningkat statusnya menjadi Undang-Undang

  1. pak agus, wah…ternyata nge-blog emang asyik ya?:) terima kasih atas apresiasinya selama ini. akan banyak PR kita ke depan untuk membuat pemerintahan yang berbasis IT agar lebih transparan dan lebih mudah diakses dan mengurangi ke-nelangsa-an sebagai PNS yang di-gebyah uyah sebagai koruptor. maju terus pak, asal niatnya baik, ikhlas untuk kepentingan rakyat dan juju, masyarakat akan percaya kepada pelayanan publik yang baik, amiin…

    kunjungi blog saya ya : http://www.onearly.wordpress.com

    salam,
    early
    OSS Center Indonesias

  2. Trims support morilnya. OSS Center akan tetap jadi mitra strategis untuk mengembangkan prototype banyak hal terkait dengan pengembangan sistem eGov dan sistem good governance lain.di masa mendatang.

  3. Pak agus , sukses dan selamat berpuasa ya…..ada tambahan bisa terkenal lagi yaitu waktu interaktf di Metro TV loh….tapi sayang saya belum bisa kasih rekamannya, nanti yah pak kalo udah jadi..he…he…
    Trus satu lagi pak tentang wacana peningkatan status keppres 80/2003 itu sebetulnya teman dari pemkot Cimahi, Banjarbaru, Pare-pare dan surabaya sendiri sudah diskusi yang arahnya sudah mengerucut untuk melakukan perubahan. Tinggal sekarang diserahkan kepada yang berwajib (BAPPENAS loh..). Ayo terus tolong didorong dari daerah yah pak…..biar kesampaian ada perubahan dalam pelaksanaan pengadaan. Apalagi Surabaya sebagai contoh untuk pelaksanaan e-proc sekalian e-gov. sukses yah…pak…salam

  4. Hi hi hi, ngomong di TV awalnya grogi soalnya ndakpernah. Tapi tak apalah yang penting kita bisa informasikan apa – apa yang mungkin bisa dijalankan di pemerintahan dengan cara kerja model baru yang lebih efisien dan efektif by IT, dan khusus tentang procurement memang harus kita teruskan sisa pekerjaan kita u/ berikan masukan – masukan tertulis ke Bappenas/LKPP agar sistem-nya jadi lebih sempurna. Saya acungi jempol bahwa TAF punya ide seperti itu, soalnya kalau tiap daerah kasihkan masukan sendiri – sendiri sepertinya kurang dapat perhatian he he he.
    Ditunggu fasilitasi untuk pertemuan lanjutan di Surabaya ya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s