e-Leadership, faktor vital keberhasilan implementasi e-Government

Tahun lalu (2007) Pemerintah Kota Surabaya mendapatkan apresiasi dari majalah warta ekonomi dalam ajang e-Government award untuk kategori e-Leadership. Saya rasa ini memang kata kunci dari keberhasilan Pemkot Surabaya dalam menerapkan berbagai sistem dan aplikasi eGov seperti eProcurement, eBudgeting dan lain – lain layanan publik berbasis elektronik yang digelar di Surabaya. Saat saya mewakili Walikota pada acara public corner di metro tv beberapa hari lalu, e-Leadership juga saya sampaikan sebagai kunci sukses ketika host menanyakan mengapa Pemkot Surabaya sangat yakin bisa menerapkan eProcurement kala itu (2004). Apa sih e-Leadership itu ?

Menurut Pakar ICT Bapak Budi Rahardjo yang juga masuk di tim juri e-Government Award disebutkan bahwa e-Leadership itu terkait dengan :

  1. visi dan misi pimpinan;
  2. komitmen terhadap teknologi informasi.

Kemudian, Pak Riri Satria (ini juga pakar banget) memberikan beberapa pengertian yang Beliau ambil dari sumber vission2lead dan harvard business :  “radical change in business model dengan menggunakan TI”. Bentuk check list nya dalam prespektif Pak Riri antara lain :

  1. Apakah ada suatu kebijakan yang formal mengenai penggunaan teknologi informasi untuk memecahkan persoalan secara kolaboratif di dalam organisasi (saya rasa ini bisa government atau perusahaan) dalam bentuk virtual teams ? (aspek convener dan team sponsor).
  2. Apakah ada alokasi sumber daya khusus serta anggaran khusus untuk aktivitas teknologi informasi dalam upaya membentuk virtual teams ? (aspek manager dan mentor).
  3. Apakah pernah terjadi diputuskannya sebuah inovasi di dalam organisasi, baik inovasi proses maupun produk, di mana keputusan tersebut didikusikan dan dibuat melalui kolaborasi virtual teams ? (aspek innovator).
  4. Apakah ada perubahan business model yang signifikan akibat penetrasi TI ke dalam organisasi ? (aspek radical change).

Dari sini kemudian saya lihat bahwa di Pemerintah Kota Surabaya memang sangat kuat e-Leadership-nya. Misalkan untuk check list pertama, Walikota melalui instrument Instruksi dan Peraturan (Peraturan Walikota) menekankan perintah untuk menggunakan ICT guna menunjang pekerjaan layanan langsung kepada masyarakat maupun dalam rangka meningkatkan kinerja internal birokrasi. Proses eBudgeting dan e-Procurement dilakukan melalui “pemaksaan” agar semua lini menggunakan aplikasi ini untuk keperluan jajaran birokrasi. Jadi kebijakan ICT benar – benar dijalankan di Surabaya (tidak hanya slogan semata). Pemaksaan dalam tanda kutip ini juga mencakup perlindungan dari top management jika jajaran midle management di internal pemkot harus saling “bergesekan atau digesek dengan sengaja” dari luar organisasi pemkot karena adanya benturan kepentingan diluar pemkot atas implementasi ICT. Atas kejadian ini saat awal mula implementasi eProc sangat sering terjadi dan menimpa pihak – pihak di midle management.

Atas check list yang kedua, melalui APBD dianggarkan anggaran cukup signifikan untuk membangun infrastruktur jaringan komunikasi antar satker sehingga semua SKPD (termasuk kantor kecamatan) dan kantor kelurahan dapat terhubung dalam jaringan intranet Pemkot Surabaya. Berbagai aplikasi juga dikembangkan untuk semakin menyempurnakan layanan publik yang selama ini ada. Masalah virtual team ? ya jelas terakomodir karena rapat – rapat tim pengendali pelaksanaan APBD misalnya, tidak lagi perlu untuk tatap muka terlalu sering karena report dari anggota tim pelaksana di lapangan dapat di-report langsung ke pimpinan diatasnya sampai dengan Walikota – Wakil Walikota dan jajarannya melalui aplikasi IT yang berbasis WEB atau gadget bergerak (mobile service). Tim ternyata ada dan bekerja di dunia maya (virtual team memang ada).

Beberapa inovasi proses maupun produk difasilitasi “by electronic”. Jadi check-list ketiga pun terpenuhi. Trus bagaimana dengan business model ? ada perubahan yang radikal by ICT  (check list ke-empat) ? Menurut saya justru ini yang jadi vokal point di Pemkot. Lelang yang semula manual jadi elektronik dengan proses yang lebih pendek dan sederhana dan digantinya tanda tangan manual menjadi tanda tangan digital by IKP (infra struktur kunci publik).

Akhirnya apa memang di Pemkot Surabaya ada e-Leadership yang kuat ? saya rasa ya dan warta ekonomi juga berpendapat demikian tahun lalu. Kalau tahun ini (2008) ? ya ndak tahu juga. Kita lihat saja nanti bagaimana hasil eGovernemt award. Kalau ndak lagi dapat award untuk e-Leadership, berarti memang ada instansi lain yang lebih progresif dari pemkot Surabaya dan itu juga sangat membanggakan bagi kita sebagai bangsa. Berarti semua pihak di negeri ini memang berlomba – lomba memperbaiki diri, tul ndak ??!

Okeylah, selamat berpuasa bagi yang menjalankan !

Salam.

10 thoughts on “e-Leadership, faktor vital keberhasilan implementasi e-Government

  1. Ya memang sudah saatnya serba terbuka. Terutama untuk pelayanan pd rakyat hrs transparan dan profesional. Teknologi Informasi bisa mewujudkan dua hal itu. Tp tentu saja pelaksananya tetap manusia, disini e-leadership berperan🙂

  2. Betul Mas, saya lihat memang begitu ! sistem boleh sangat sempurna dan mempersempit ruang gerak orang yang berniat kurang baik, tapi tetap orang juga yang menjadi penggerak-nya. Dan …, e-Leadership ini kuncinya, mulai dari top management sampai dengan low level …
    Trims ya atensinya.
    Salam.

  3. wahh.. wahhh Bapak2 pejabat mulai ngblog nichh.. tp awas lo pak ketagihann.. hahaha

    o iya bila Bapak mau bikin blog yang komunikatif menurut tampilan dan SEO friendly ato temen2 Bapak belom bikin

    saya dengan sangat senang hati mau membuatkannya, Bapak tinggal posting aja

    kontak saya jika berminat

  4. Ya Pak Mujiholic, senang juga nge-Blog jadi banyak kenalan meskipun belum ketemu orangnya he he he.
    Iya nih blog saya ini tampilannya masih kurang kece, habis yang ada di wordpress ya cuman itu – itu saja. Mau minta tolong para programmer di kantor kok ndak enak karena mereka sudah saya kejar – kejar kerjaan banyak.
    Kalau dibuatkan Pak Mujiholic bagaimana caranya ? bisa ndak tetap ikut di wordpress tapi tampilan bisa diubah-ubah sesuai selera ?!
    Trims.

  5. Memang telah saatnya pelayanan pada masyarakat scr transparan dan profesional. namun teramat sangat diharapkan Teknologi Informasi dan Komunikasi ini hanya sebagai alat untuk mewujudkannya karena ICT bukanlah segala-galanya dan terlepas dari itu semua tentu saja tidak ada sesuatupun yang sempurna karena kesempurnaan hanya milik Allah SWT.

  6. Betul. ICT memang hanya alat/ sarana, semua berpulang dari manusia-nya. Memang pas di Ramadhan ini kita meningkatkan kesadaran kita bahwa jika ingin hidup ini bermakna marilah minta ke Allah agar kesalahan kita dan kelemahan kita diperkecil agar tidak nambah lagi tuh dosa – dosa. Tak ada yang maha sempurna kecuali Allah, tapi kita harus belajar hidup dan bekerja mendekati sempurna versi manusia dan tentunya hal itu ndak akan terwujud jika Allah ndak meridloi-Nya.
    Makasih ya nasehatnya, dan salam kenal.

  7. Terima kasih Pak !
    Wah suatu kehormatan Bapak kok sempat – sempatnya mampir ke blog saya. Mohon saya selalu diberikan pencerahan ya Pak, karena kepakaran Bapak sangat kami butuhkan untuk mengembangkan eGov yang sebenar2-nya (trully eGov) di Surabaya (bukan seperti jaman dulu, asal bikin web site sudah dibilang nerapkan eGov).
    Sekali terima kasih.
    Salam.

  8. Salah satu mhs saya di program Magister Teknologi Informasi UI sedang menyusun tesis dengan topik “faktor-faktor yang mempengaruhi kesuksesan penerapan e-Gov di Indonesia”. Dari diskusi terakhir, pertama ditetapkan Malang sebagai case study, karena 3 tahun terakhir selalu masuk 3 besar. Lalu … Surabaya ! … mudah2an dia bisa menghasilkan sesuatu yang “mencerahkan” dalam dunia e-gov di Indonesia … jangan2 dia mungkin sedang bikin janji untuk depth interview dengan Bapak .. he he he ..🙂

  9. Belum Pak Riri, memang surabaya tahun lalu dapat juara 2 eGov award warta ekonomi dan tahun ini melorot jadi juara 3 dibawah pemkot malang. Jadi kalau memang pantas untuk dijadikan case study oleh mahasiswa Bapak berarti surabaya dapat disebut sebagai laboratorium eGov ya Pak !? he he he. Seneng jadi laboratorium eGov karena pasti banyak teman baru, trims Pak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s